Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Kang Minan
● online
Kang Minan
● online
Halo, perkenalkan saya Kang Minan
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Beranda » Blog » Shalawat Badar Shalawat Khas Indonesia

Shalawat Badar Shalawat Khas Indonesia

Diposting pada 14 July 2022 oleh admin / Dilihat: 72 kali / Kategori:

KH. Ali Mansur pencipta shawalat badar

Bertasbih.id Shalawat badar merupakan salah satu shalawat yang digubah oleh ulama asal Indonesia yaitu KH. Ali Mansur. Shalawat tersebut sangat sering dibacakan di Indonesia.

Ali Manshur lahir di Jember, Jawa Timur pada 4 Ramadhan 1340 H atau 23 Maret 1921 M. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Manshur bin KH. M. Shiddiq Jember dengan Shofiyah binti KH. Basyar dari Tuban.

Ali bin Manshur termasuk dalam keluarga besar Ss-Shiddiqi. Kakeknya yang bernama KH. M. Shiddiq(Jember), adalah seorang ulama yang menurunkan ulama-ulama besar seperti KH. A. Qusyairi, KH. Ahmad Shiddiq, KH. Mahfuzh Shiddiq, KH. A. Hamid Wijaya, KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid Pasuruan), KH. Yusuf Muhammad, dan lain sebagainya. Beliau masih keturunan Mbah Sambu Lasem (Pangeran sayyid M. Syihabuddin Digdoningrat) bin sayyid M. Hasyim bin Sayyid Abdurrahman Basyaiban (Sultan Mangkunegara III). (Laduni.id)

Kisah pembuatan shalawat badar tersebut yaitu pada malam hari, KH. Ali Mansur tidak bisa tidur karena sebab situasi negara Indonesia pada saat itu sangat tidak terkendali. Persaingan kubu nasionalis, islamis dan komunis senantiasa bertentangan.

Sebelumnya, ia pernah tertidur dan bermimpi didatangi oleh seorang habib berjubah putih-hijau. Beliau pun heran ditambah lagi pada saat itu istrinya Nyai Khatimah bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

Keesokan harinya, ia sowan ke Habib Hadi al-Haddar di Banyuwangi menanyakan perihal mimpinya tersebut. Setelah Kyai Ali bercerita, Habib Hadi berkata, “Itu Ahli Badar, Wahai Ali,”

Dari peristiwa ini, beliau terinspirasi menggubah sebuah syair. Sebelumnya, beliau memang sudah ahli dalam membuat syair-syair berbahasa arab semenjak di Pondok Pesantren Lirboyo.

Di Pesantren ini beliau mengenal ilmu ‘Arudh salah satu ilmu yang membahas terkait tata cara pembuatan syair dalam bahasa arab. Setelah beliau menggubah syairnya, beliau memberi nama syair tersebut yaitu Shalawat Badar.

Setelah membuat shalawat tersebut, masyarakat sekitar datang ke rumahnya. Mereka membawa beras, daging, sayur mayur dan lain sebagainya seakan-akan ada acara besar yang dilaksanakan oleh Kyai Ali.

Saat ditanya perihal mengapa mereka melakukan hal itu. Mereka menjawab bahwa dipagi hari rumah mereka didatangi oleh seorang laki-laki berjubah putih dan memberi tahu aka ada acara besar di rumah Kyai Ali, masyakarat tersebut diminta untuk membantu Kyai Ali.

Kyai Ali masih penasaran siapa orang yang berbaju putih itu. Namun rasa penasarannya hilang setelah keesokan harinya rumah Kyai Ali dihampiri oleh rombongan Habib Ali Kwitang.

Setelah berbincang-bincang cukup lama membahas kondisi Indonesia dan perpolitikan yang makin kacau, Habib Ali menanyakan perihal syair yang ia gubah, “Wahai Ali, Mana syair yang kamu buat kemarin? Tolong bacakan dan lagukan di depan kami.”

Kyai Ali Mansur terkejut sebab Habib Ali tahu apa yang ia buat semalam. Padahal tidak ada yang tau melainkan dirinya sendiri saja. Segera Kyai Ali mengambil kertas dan melantunkan Shalawat Badar di hadapan tamu-tamunya tersebut. Mereka semua menangis dan terharu.

Selesai mendengarkan shalawat tersebut Habib Ali berkata, “Wahai Ali, Mari kita pergi dan perangi musuh-musuh Islam dengan shalawat badar.”

Itulah sejarah penciptaan shalawat badar oleh KH. Ali Mansur. Semoga beliau senantiasa diberikan rahmat dan ampunan oleh Allah SWT serta dipertemukan oleh Rasulullah SAW di surga. Lahul al-Fatihah.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)

Aktual.com

Bagikan ke

Shalawat Badar Shalawat Khas Indonesia

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Metode Qiraati Cara Praktis Baca Al Qur’an
23 June 2022

Metode Qiraati Cara Praktis Baca Al Qur’an Bertasbih.id – Metode Qiraati merupakan metode praktis dalam belajar membaca Al Qur’an dengan... selengkapnya

CATATAN PENGAGUM TAFSIR AL JAILANI
8 July 2022

Kitab Tafsir Al Jailani _______ Bertasbih.id – Diantara tafsir-tafsir yang ada di muka bumi ini, tentu banyak tafsir yg mengandung... selengkapnya

Hadrah Khassah Bersama Syekh Idris Al Fihri Al Fasi
21 August 2022

Hadrah Khassah Jakarta, Bertasbih.id – Zawiyah Arraudhah menggelar Acara Hadrah Khassah bersama Maulana Syekh Dr. Idris al Fihri al Fasi... selengkapnya

Dzikir Ibadah Tanpa Batas
19 June 2022

Bertasbih.id – Berdzikir kepada Allah SWT dapat dilakukan kapanpun dan di manapun, dalam keadaan sedih, senang, atau yang lainnya. Dengan... selengkapnya

Shalawat Badar Shalawat Khas Indonesia
14 July 2022

Bertasbih.id – Shalawat badar merupakan salah satu shalawat yang digubah oleh ulama asal Indonesia yaitu KH. Ali Mansur. Shalawat tersebut... selengkapnya

Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya
23 July 2022

Bekasi, Bertasbih.id – Khadim Zawiyah Arraudhah dan Mudir Jam’iyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho DKI Jakarta KH. Muhammad Danial... selengkapnya

Shalawat Badar Shalawat Khas Indonesia