Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Kang Minan
● online
Kang Minan
● online
Halo, perkenalkan saya Kang Minan
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Beranda » Blog » Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya

Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya

Diposting pada 23 July 2022 oleh admin / Dilihat: 48 kali / Kategori:

Foto KH Muhammad Danial Nafis, M.Si., Bersama Syekh Idris al Fasi al Fihri (Wakil Rektor Universitas Qorowiyyin Fez – Maroko)

Bekasi, Bertasbih.id – Khadim Zawiyah Arraudhah dan Mudir Jam’iyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis menjelaskan, makna zuhud bagi para ulama bukanlah meninggalkan aktifitas dunia dan tidak peduli dengan persoalan kesejahteraan umat.

Beliau menyampaikan dalam Kajian Rutin Ndalem di Tebet, Jakarta Selatan pada Senin (20/6, hakikat zuhud adalah tidak meletakkan dunia dalam hati dengan tidak panjang angan-angan (untuk bisa terus hidup di dunia.

“(Sebagian) Ulama tasawuf terdahulu sering mengesampingkan potret kehidupan sahabat yang kaya raya dan suka menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf.” tutur Kiai Nafis.

“Pemahaman seperti ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan umat mempunyai sifat kurang peduli terhadap perkembangan dunia pada masa sekarang serta permasalahan kesejahteraan umat karena tidak memilki kekuatan dari segi finansial untuk membangun umat yang sejahtera dan makmur. Akhirnya inilah yang membuat kita hanya sebagai konsumen dan penonton dari produk yang dibuat oleh orang kafir dan sekuler,” jelas Kiai Nafis.

“Sebenarnya ketika kita menilisik lebih banyak karya ulama, akan menemukan pendapat bahwa Harta (juga) merupakan perisai bagi seorang mukmin. Seperti halnya yang dijelaskan Abu Nu’aim Al-Ashfihani dalam karya monumentalnya Hilyat Al Auliya wa Thabaqath Al Ashfiya:

عن داود بن الجراح ، قال : سمعت سفيان الثوري يقول : كان المال فيما مضى يكره فأما اليوم فهو ترس المؤمن.

“Dahulu harta adalah sesuatu yang makruh (tidak disukai), adapun sekarang, harta adalah perisai bagi orang mukmin.”

Dan simak juga kutipan penjelasan beliau sebagai berikut:.

عن عبد الله بن محمد الباهلي. قال: جاء رجل إلى الثوري فقال يا أبا عبد الله تمسك هذه الدنانير؟ فقال: اسكت لولا هذه الدنانير لتمندل بنا هؤلاء الملوك.

Ada seseorang menghampiri Imam Ats Tsauri seraya berkata, “Wahai Abu Abdillah, Ulama sekaliber Anda memegang harta dinar sebanyak ini?”. “Diam”, kata Imam Ats Tsauri pada orang itu, “Seandainya tidak ada harta ini niscaya kita akan dianggap babu oleh para raja itu.”

قال : وقال سفيان : من كان في يده من هذه شيء فليصلحه، فإنه زمان من احتاج كان أول ما يبذل دينه

“Barangsiapa memiliki harta maka kelola lah dengan baik, sebab ini adalah zaman dimana saat orang butuh (makan dan tidak punya uang) maka yang pertama ia jual adalah agamanya.”

“Oleh karena itu janganlah takut untuk memiliki banyak harta apalagi (sampai) menjauhinya, ketika kita punya harta jadilah orang yang merasa diamanahi Allah sehingga dalam hati terpatri bahwa ini adalah titipan-Nya, bukan yang akan kita bawa kelak hingga liang lahat,” tukas Kiai Nafis.

Dalam penyampaiannya, Kiai Nafis berharap dan mendoakan para santri agar memiliki mental untuk menjadi muslim yang kaya raya, agar dapat memiliki keikhlasan dan mendapatkan kemudahan ketika berdakwah dan menyebarkan ilmunya di masyarakat.

“Saya berdoa dan berharap agar seluruh murid dan santri saya menjadi orang kaya yang penuh syukur, sebab santri yang melarat zaman sekarang itu kurang didengar dan bahkan tidak diperhitungkan, dakwah dan nasyrul Ilminya pun jadi banyak hambatan, meskipun ia ‘alim.” kata Kiai Nafis.

“Tapi jangan berharap kaya dengan mengajar. Cari pekerjaan di luar mengajar, dan sebab wasilah mengajar itulah insyaAllah rejeki akan semakin mudah dan barakah,” pungkas Kiai Nafis. (Arfan)

(As’ad Syamsul Abidin)

Dikutip dari Aktual.com

Bagikan ke

Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Hadrah Khassah Bersama Syekh Idris Al Fihri Al Fasi
21 August 2022

Hadrah Khassah Jakarta, Bertasbih.id – Zawiyah Arraudhah menggelar Acara Hadrah Khassah bersama Maulana Syekh Dr. Idris al Fihri al Fasi... selengkapnya

CATATAN PENGAGUM TAFSIR AL JAILANI
8 July 2022

Kitab Tafsir Al Jailani _______ Bertasbih.id – Diantara tafsir-tafsir yang ada di muka bumi ini, tentu banyak tafsir yg mengandung... selengkapnya

Metode Qiraati Cara Praktis Baca Al Qur’an
23 June 2022

Metode Qiraati Cara Praktis Baca Al Qur’an Bertasbih.id – Metode Qiraati merupakan metode praktis dalam belajar membaca Al Qur’an dengan... selengkapnya

Dzikir Ibadah Tanpa Batas
19 June 2022

Bertasbih.id – Berdzikir kepada Allah SWT dapat dilakukan kapanpun dan di manapun, dalam keadaan sedih, senang, atau yang lainnya. Dengan... selengkapnya

Shalawat Badar Shalawat Khas Indonesia
14 July 2022

Bertasbih.id – Shalawat badar merupakan salah satu shalawat yang digubah oleh ulama asal Indonesia yaitu KH. Ali Mansur. Shalawat tersebut... selengkapnya

Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya
23 July 2022

Bekasi, Bertasbih.id – Khadim Zawiyah Arraudhah dan Mudir Jam’iyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho DKI Jakarta KH. Muhammad Danial... selengkapnya

Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya