Home » Kesehatan » Dzikir Ibadah Tanpa Batas

Dzikir Ibadah Tanpa Batas

admin 09 Mar 2024 15

Foto Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani Bersama Maulana Habib Luthfi Bin Yahya

Bertasbih.id – Berdzikir kepada Allah SWT dapat dilakukan kapanpun dan di manapun, dalam keadaan sedih, senang, atau yang lainnya. Dengan berdzikir hati akan menjadi tenang dan fikiran pun menjadi damai

Maulana Syekh Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani, bahwa dzikir ini adalah ibadah yang luas, dan tidak dibatasi oleh hitungan, tempat, dan waktu. Allah telah berfirman,

ا الَّذِينَ ا اا اللَّهَ ا ا

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kalian kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya,” (QS. Al-Ahzab:41).

Pada ayat ini perintah Allah adalah mutlak tanpa batas dalam berdzikir kepada-Nya, tanpa menyebutkan jumlah bilangan ataupun waktu serta keadaannya. Sebagaimana pada ayat lain disebutkan,

الَّذِينَ اللَّهَ امًا ا لَى

“Yaitu orang-orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan bencana” (QS. Aal Imran: 191).

Hal ini sebagaimana mestinya telah disabdakan oleh Rasulullah Saw,

لَ الْعِبَادِ لُ اللَّهِ الْقِيَامَةِ الَ الذَّاكِرُونَ اللَّهَ ا الذَّاكِرَاتُ

“Rasulullah Saw telah ditanyai hamba Allah yang paling unggul di sisi Allah pada hari nanti, kemudian baginda Nabi menjawab mereka adalah orang yang memperbanyak berdzikir Allah dari laki-laki dan perempuan,” (HR. Turmudzi).

Syekh Yusri mengatakan bahwa dzikir adalah ibadah yang luas yang dimaksud adalah dzikir yang sifatnya sunnah dan kecuali yang telah ditentukan oleh syari’at seperti halnya shalat dzuhur adalah empat raka’at, maka tidak boleh menambah atau menguranginya.

Maka kita harus mengetahuinya dengan ilmu, seperti halnya perkara wudhu. Hukumnya makruh apabila kita membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali, bahkan jikalau mempersiapkannya bisa jadi haram hukumnya, karena termasuk israf (berlebihan) yang dilarang.

Menentukan suatu dzikir adalah bukan sesuatu bid’ah yang dilarang oleh agama, karena hal ini dapat membantu kita dalam beristiqomah dalam menjalankannya, sebagaimana yang disarankan oleh baginda Nabi SAW.

Maka kita tidak akan bisa mengistiqomahkan sebuah dzikir kecuali kita tahu terlebih dahulu berapa banyak yang telah kita baca. Baginda Nabi telah membaca

الأَعْمَالِ ا لَى اللَّهِ لَّ

“Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang paling kekal meski sedikit,” (HR. Bukhari).

(Rizky Zulkarnain Aktual.com)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Maybe you will like
Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya

admin

09 Mar 2024

Bertasbih.id – Khadim Zawiyah Arraudhah dan Mudir Jam’iyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis menjelaskan, makna zuhud bagi para ulama bukanlah meninggalkan aktifitas dunia dan tidak peduli dengan persoalan kesejahteraan umat. Beliau menyampaikan dalam Kajian Rutin Ndalem di Tebet, Jakarta Selatan pada Senin (20/6, hakikat zuhud adalah tidak meletakkan …

Cahaya Dzikir yang Sangat Terang

admin

09 Mar 2024

Foto Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik 𝘾𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝘿𝙯𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙎𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙏𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 “Hendaknya seseorang tidak meninggalkan dzikir walaupun dalam keadaan bekerja atau dalam rutinitasnya. Karena berdzikir memungkinkan untuk di lakukan dalam hal tersebut berbeda dengan amal-amal yang lain, perlu waktu dan batas yang khusus. Ketahuilah, hati jika kosong dari dzikir menjadi gelap, sebab hati …

Metode Qiraati Cara Praktis Belajar Al Qur’an dengan Baik dan Benar

admin

01 Mar 2024

Bertasbih.id – Metode Qiraati merupakan metode praktis dalam belajar membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Metode Qiraati banyak diterapkan oleh pesantren – pesantren dan lembaga pendidikan lain di masyarakat, khususnya Lembaga TPQ/TPA . Demi menjaga mutu pengajaran dan hasil baca santri,Qiraatihanya disebarluaskan melalui mekanisme sertifikasi/syahadah . Pengajar yang diizinkan melarang Qiraati hanya hanya penerbit …