Home » Khazanah » Metode Qiraati Cara Praktis Belajar Al Qur’an dengan Baik dan Benar

Metode Qiraati Cara Praktis Belajar Al Qur’an dengan Baik dan Benar

admin 01 Mar 2024 91

Bertasbih.id Metode Qiraati merupakan metode praktis dalam belajar membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Metode Qiraati banyak diterapkan oleh pesantren – pesantren dan lembaga pendidikan lain di masyarakat, khususnya Lembaga TPQ/TPA . Demi menjaga mutu pengajaran dan hasil baca santri,Qiraatihanya disebarluaskan melalui mekanisme sertifikasi/syahadah . Pengajar yang diizinkan melarang Qiraati hanya hanya penerbit yang telah mendapatkan sertifikasi / syahadah dan lembaga yang memiliki sertifikat / syahadah untuk mengembangkan dan melarang Qiraati .

Metode Qiraati berawal dari pembelajaran KH Dachlan Zarkasyi terhadap metode pembelajaran Al Qur’an di masyarakat yang cenderung hanya menghafa, sulit dikuasai serta tidak memahami huruf masing-masing. Dengan cara seperti itu, pembelajaran Al Qur’an lebih dominan dan ketika membaca sendiri, sehingga anak didik merasa kesulitan dalam membaca Al – Qur’an. Dari sini, muncul gagasan untuk mengembangkan cara yang lebih mudah dan praktis dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil.

KH Dachlan Salim Zarkasyi sendiri berguru atau belajar mengaji kepada Mbah Nur untuk mengenal huruf hijaiyah dan membaca huruf Al – Qur’an . Kemudian berguru kepada Kiai Asror Pungkuran, Kauman, Kaliwungu. KH Dachlan Salim Zarkasyi juga belajar kepada Kiai Abdullah Umar Kauman, Semarang, seorang hafizh Al-Qur’an yang sanadnya diperoleh dari Kiai Munawwir Krapyak. KH Dachlan Salim Zarkasyi juga berguru kepada Kiai Turmudzi, beliau berasal dari Demak, Jawa Tengah, yang kemudian bersama Kiai Arwani dan Kiai Abdullah Umar mentashih (memeriksa kemudian mengesahkan) Qiraati.

Secara umum, metode Qiraati adalah pembelajaran Al-Qur’an, dimana guru menggunakan alat bantu yang disebut Peraga. Cara, guru menjelaskan dengan memberi contoh materi pokok bahasan di depan anak-anak, selanjutnya siswa membaca bersama-sama sesuai dengan bacaan bacaan oleh guru. Cara bacanya adalah dengan tanpa mengeja , namun langsung dibacanya secara cepat dan tepat .

Qiraati Dalam perkembangannya, metode ini diperluas tidak hanya untuk anak TK, tapi juga untuk anak usia yang lebih besar, bahkan untuk mahasiswa. Buku – buku yang disediakan oleh metode ini antara lain adalah Metode Praktis Belajar Membaca Al Qur’an untuk TK Al – Qur’an , Metode Praktis Belajar Membaca Al – Qur’an untuk Sekolah Dasar ; Metode Praktis Belajar Membaca Al Qur’an untuk Dewasa , Pelajaran Bacaan Gharib / Musykilat dan hati – hati dalam Al Qur’an , Pelajaran Ilmu Tajwid Praktis , dan Peraga .

KH Dachlan Salim Zarkasyi memiliki prinsip bahwa Qiraati tidak perlu disebar sebarkan , karena yang terpenting bukan metode yang dipakai banyak orang melainkan orang bisa membaca Al – Qur’an dengan benar . Karena itu, metode Qiraati menerapkan persyaratan yang sangat ketat mengenal siapa yang boleh mengajar membaca Al-Qur’an dengan metode ini. Berbeda dengan metodelain yang buku-bukunya dijual bebas, buku Qiraati terbatas meninggalkan iklan di kalangan yang memenuhi persyaratan dan tidak dijual di toko buku hanya karena niat awalnya bukan untuk menjual buku. KH Dachlan Salim Zarkasyi pernah mengatakan bahwa Qiraati awalnya karangannya karena Qiraati itu inayah dan hidayah minallah.Ucapan KH Dachlan Salim Zarkasyi yang terkenal dalam hal ini adalah, “Saya tidak ingin yang pakai Qiraati banyak. Saya ingin anak yang ngaji pakai Qiraati ngajinya benar”.

(NU Daring)

Pesan Berikut – Pesan KH Dahlan Salim Zarkasyi :

( KH.A. Alwafa Wajih – Gresik )

  1. NAWAITU DAN VISI MISI QIRAATI
  • Qiraati bukan hasil fikiran manusia, Qiraati bukan karangan saya, Qiraati adalah inayah dan hidayah MINALLAH.
    Saya duduk, saya melihat tulisan. Jadi kalau ditanya, “mengapa pelajaran ikhfa di jilid 4, sedangkan idhar di jilid 6,?” jawabannya, “Tidak tahu, saya tidak ikut ngarang.”
  • Saya tidak menjual buku, saya ingin anak-anak nanti ngajinya benar. Kalau saya jual buku, buat apa repot repot membentuk Kooordinator, tipkan saja ke toko-toko buku, selesai.
  • Saya tidak pingin yang pakai Qiraati banyak. Saya pingin anak yang ngaji pakai Qiraati, ngajinya benar.
  • Qiraati tidak disebar-sebarkan, saya tidak pernah menyebarkan Qiraati. Qiraati menyebarkan minallah.
  1. METODOLOGI
  • Kegagalan mengajar tempo dulu penyebabnya adalah : Terlalu Toleransi pada anak-anak. Pelajaran belum bisa melahirkan anaknya tambah, ditambah, satu halaman dua halaman belum masalah. Setelah halaman 15 pelajaran tidak bisa dibuka dan dibuka kembali ke halaman pertama tidak mau. Akhirnya karena merasa tidak berhasil ngajinya pindah.
  • Insya Allah setelah TK Al-Qur’an berdiri. Dua tahun sudah khotaman, di sini (semarang) santri 90 setelah 2 tahun Khotam 20 santri (+ 20 %)
  • Tidak ada murid bodoh, kalau ada yang bodoh paling dalam 100 ada satu atau dua murid saja. Kalau ada guru yang mengatakan “Murid saya bodoh-bodoh” apa bukan guru”Gurunya?” Tanya beliau. Dan kalau ada anak yang bodoh seperti itu maka cara yang tepat adalah menemukan gurunya SOWAN ke rumah orang tuanya agar orang tuanya sabar.
  • Qiraati tidak kemana-mana tetapi ada di mana-mana. Siapa yang lulus tashih boleh melarang Qiraati.  (Yang belum lulus tashih walaupun teman atau saudara tidak boleh mengajar Qiraati)

AKU AKU AKU. UJIAN SANTRI, KHATAMAN, DAN IMTIHAN

  • Khatam Qiraati jilid 6 adalah khatam Tingkat Persiapan,  insya Allah  sudah bisa membaca Al Quran dengan tartil (belum khatam).
  • Kalau dulu santri ngaji sampai ا لناس dikhatami, sekarang di TK Al Quran sampai dengan ا لناس baca Al Qurannya diulangi الم lagi, belum dikhatami sampai gharib dan ilmu tajwid khatam.
  • Khatam TK Al Quran, khatam Al Qurannya bisa 2 kali, 3 kali, atau sampai 5 kali.
  • Khataman ini adalah khataman untuk pendidikan, dan ini lebih cocok (karena model tadarus ini lebih efektif  dibandingkan dengan model  tallqi ).
  • Saya imbau khataman di Kudus, bacaan gharibnya bagus tapi baca al Qurannya tidak tartil.
  • Baca ان ا gharibnya benar, tapi  an tha “ salah” tidak dengung. Saya sampaikan kepada Kepala TK Al Qurannya bahwa, “anak-anak belum boleh dikhatami, masih jilid 3.”
  • khataman jangan diganti dengan wisuda
  • Khataman tidak harus meriah (mewah), pernah di sini (Semarang), khataman cukup dengan mengeluarkan minuman dan kantong plastik, sedangkan isinya dari (sumbangan) wali murid.
  • Kalau akan mengadakan khataman, wali murid yang dikhtami diajak rapat, mau khataman di gedung atau di sini (TPQ), terserah wali murid.
  1. KRITIK DAN SARAN KH. DAHLAN SALIM ZARKASYI
  • Saya tidak pernah mendengar guru Al Quran mengatakan, “ Alhamdulillah  saya telah dijadikan Allah sebagai Guru Al Quran, padahal,

لم القرأن لمه Berapa itu ? (nilai pahala  )

  • Yang sering saya guru mengeluhkan santrinya dan pengurusnya,   (orang yang bersyukur tidak suka mengeluh).
  • Guru Al Quran harus sering  tadarus  Al Quran.
  • Guru Al Quran harus  ikhlas.
  • Saya kira tidak ada guru Al-Quran yang ingin mencari sesuatu (nafkah dalam mengajar Al Quran).
  • Kalau ada orang memberi sesuatu pada kita, maka cepat-cepat doakan semoga rizkinya barokah.
  • Guru Al Quran supaya hati-hati dalam melarang Al Quran.

(Ahmad Minanur Rohman)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Seorang Ulama, Kyai atau Ustadz Kaya Raya

admin

09 Mar 2024

Bertasbih.id – Khadim Zawiyah Arraudhah dan Mudir Jam’iyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis menjelaskan, makna zuhud bagi para ulama bukanlah meninggalkan aktifitas dunia dan tidak peduli dengan persoalan kesejahteraan umat. Beliau menyampaikan dalam Kajian Rutin Ndalem di Tebet, Jakarta Selatan pada Senin (20/6, hakikat zuhud adalah tidak meletakkan …

Cahaya Dzikir yang Sangat Terang

admin

09 Mar 2024

Foto Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik 𝘾𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝘿𝙯𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙎𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙏𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 “Hendaknya seseorang tidak meninggalkan dzikir walaupun dalam keadaan bekerja atau dalam rutinitasnya. Karena berdzikir memungkinkan untuk di lakukan dalam hal tersebut berbeda dengan amal-amal yang lain, perlu waktu dan batas yang khusus. Ketahuilah, hati jika kosong dari dzikir menjadi gelap, sebab hati …